Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Ujung Kulon

Sesuai namanya, Taman Nasional Ujung Kulon terletak di ujung barat (Kulon=Barat(Sunda)) Pulau Jawa dan merupakan rumah terakhir bagi hewan langka Badak Jawa dengan luas 763 km2 berupa daratan dan 443 km2 merupakan laut.  Luas tersebut menjadikan Ujung Kulon sebagai taman nasional terluas di Pulau Jawa, yang meliputi Tanjung Ujung Kulon hingga Samudra Indonesia dan  beberapa pulau kecil seperti Pulau Peucang, Pulau Handeleum dan Pulau Panaitan yang ada disekitar Tanjung Ujung Kulon dan termasuk pula kawasan Gunung Anak Krakatau.

Taman Nasional UjungKulon memiliki sekitar 700 jenis tumbuhan yang terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.

Begitu pula dengan satwa, Taman Nasional Ujung Kulon memiliki satwa yang terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Di Taman Nasional Ujung Kulon juga terdapat peninggalan megalitik bersejarah berupa Arca Ganesha yang berada di Gunung Raksa di Pulau Panaitan.

Pada 1991, UNESCO menetapkan Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia karena merupakan kawasan hutan hujan dataran rendah terluas yang tersisa di Pulau Jawa. Dan pada 2005, ASEAN menetapkan Ujung Kulon sebagai Taman Warisan ASEAN.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon
:}

Minggu, 28 Agustus 2011

Surfing site : G-LAND !!!

G-Land..
Sudah pernah dengan G-Land, dong.. Kan, artikelku sebelum ini cerita sekilas tentang G-Land.

G-Land merupakan nama julukan yang diberikan oleh para surfer kelas dunia dari mancanegara untuk Pantai Plengkung di Taman Nasional Alas Purwo. G-Land sangat terkenal dikalangan peselancar kelas dunia karena memiliki ombak dan gelombang yang sangat baik dan menantang untuk berselancar. G-Land merupakan salah satu tujuan 'world class surfer' di Indonesia, selain Pantai Sorake di Pulau Nias

G-Land memiliki ombak dan gelombang yang dapat mencapai ketinggian 5 meter dan dapat membuat lorong ombak hingga ratusan meter. Tidak salah jika pada tahun 1995-1998, G-Land menjadi tuan rumah penyelengaraan International Quicksilver Pro Surfing Championship.


Mengenai nama G-Land.. Kenapa sih bisa sampai dapat nama G-Land ? Ada beberapa cerita mengenai hal itu. Pantai Plengkung berada di teluk Grajagan, jadilah disebut G-Land. Adapula yang berpendapat karena berada di TN Alas Purwo yang selalu "Green", maka jadilah namanya G-Land. Tapi, kalau saya lebih suka cerita terakhir, karena ombak dan gelombangnya yang "Great", maka jadilah G-Land.

Terserah dari mana asal namanya, berkunjung ke G-Land akan menanbah wawasan dan pengalaman anda. Dan, jangan takut.. Walau berada di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, di G-Land sendiri terdapat beberapa penginapan yang memadai.
So, berkunjunglah ke G-Land..

G-Land

G-Land

G-Land

G-Land

G-Land
G-Land

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo, apakah anda mengenal taman nasional ini ? Mungkin tidak, karena sepertinya masih lebih terkenal Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan suaka margasatwa terakhir bagi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Jika TN Ujung Kulon ada di ujung barat Pulau Jawa, maka Taman Nasional Alas Purwo berada di ujung timur Pulau Jawa.

Sebenarnya, seperti TN Ujung Kulon, Taman Nasional Alas Purwo mewakili ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah di Pulau Jawa. Dan tidak ada satwa yang terancam punah di habitat ini. Tidak seperti Taman Nasional Meru Betiri ( juga di Jawa Timur) yang merupakan suaka margasatwa bagi terakhir Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang telah punah. Jadi, sebenarnya Taman Nasional ini biasa saja.

Ya, tentu biasa saja jika anda tidak mengetahui pesona sebenarnya dari Taman Nasional Alas Purwo. Tahukah anda bahwa Taman Nasional Alas Purwo memiliki Pantai Plengkung yang merupakan salah satu tempar surfing terbaik di dunia ?? Begitulah adanya, Pantai Plengkung atau para surfer kelas dunia menyebutnya G-Land, merupakan pantai dengan ombak dan gelombang yang sangat baik untuk berselancar.

Selain itu, pantai dan hutan tropisnya, terdapat pula pesona budaya di daerah ini. Masyarakat yang sangat memegang teguh adat 'Blambangan', masih banyak mengadakan ritual-ritual budaya yang sangat menarik untuk dipelajari. Terdapat pula sebuah pura yang talh berumut ratusan tahun di dalam Taman Nasional Alas Purwo.

Jika anda berkunjung ke daerah Semenanjung Blambangan di Jawa Timur, jangan lupa anda kunjungi Taman Nasional Alas Purwo. Pengalaman dan petualangan akan anda temui disana.